Masa Kejayaan Inter Milan 2006 – 2010

Masa Kejayaan Inter Milan 2006 - 2010

Masa Kejayaan Inter Milan 2006 – 2010 – Inter Milan menyelesaikan puncak masa kejayaannya dengan meraih treble winner bersejarah mereka melawan Bayern Munchen di final Liga Champions tahun 2010. Ini adalah puncak dari masa keemasan Inter Milan dalam beberapa dekade terakhir dan mendominasi Serie A Italia selama empat tahun. Walau keberhasilan ini mungkin saja bisa pihak Juventus bisa berkilah bahwa semua itu bisa terjadi akibat skandal Calciopoli yang merebak di tahun 2016.

Daftar Sbobet Bola secara Gratis dan Raih Cashback sebesar 10% khusus untuk Permainan Sportsbook

Kasus Calciopoli memberikan hasil yang memberatkan untuk Juventus, mereka dihukum degradasi ke Serie B dan itu merupakan katalis bagi keberhasilan Nerazzurri. Dalam hal pemain, Inter Milan berhasil mendapatkan dua pemain dari Juventus yang enggan untuk bermain di Serie B yaitu Patrick Vieira dan Zlatan Ibrahimovic. Khusus Zlatan Ibrahimovic, saat ia bersama Inter Milan menjadi top skor liga Italia selama tiga musim beruntun.

Selain Juventus yang harus turun kasta ke Serie B, AC Milan harus memulai musim dengan pengurangan delapan poin hal yang sama juga terjadi pada Fiorentina dan Lazio. Maka Inter Milan memulai musim dengan penuh keuntungan di musim 2006/2007.

Jalan Inter Milan semakin lapang setelah mereka menunjukkan permainan yang luar biasa baik sepanjang musim 2006/2007. Mereka memecahkan rekor kemenangan beruntun milik AS Roma yang mencatatkan 11 kemenangan beruntun yang dipecahkan menjadi 17 kemenangan beruntun. Dan diakhir musim, mereka finish dengan mengoleksi 97 poin berselisih hingga 22 poin dari peringkat kedua AS Roma.

Dominasi mereka di kompetisi Liga hampir saja mengantarkan Nerrazzuri meraih gelar ganda kala mereka mencapai babak final Coppa Italia, namun AS Roma yang berniat untuk membalaskan kegagalan mereka di Liga berhasil menjadi juara dengan skor agregat 7-4 di Final.

Musim berikutnya 2007/2008, Juventus kembali lagi ke Serie A. Namun dengan kondisi pemain yang tak lagi mumpuni mereka tak bisa berbuat banyak untuk menjegal Inter Milan. Musim 2007/2008 adalah musim pertama Inter Milan mempertahankan gelar juara Serie A dan ini menjadi ujian bagi ketangguhan Roberto Mancini. Namun sekali lagi bersama Ibrahimovic sekali lagi mereka berhasil menjadi juara dengan hanya menderita tiga kekalahan pada prosesnya.

Yang lebih mengesankan, mereka hanya mendatangkan seorang pemain baru di bursa transfer musim panas. Cristian Chivu kala itu mendarat dari AS Roma dengan harga transfer € 16 juta. Namun sekali lagi Nerrazzuri harus kehilangan gelar mereka di Coppa Italia atas lawan yang sama, AS Roma.

Malangnya keberhasilan mereka tidak di iringi dengan kemampuan mereka di Eropa. Sekali lagi timnya Mancini harus tersingkir dari pentas bergengsi di Eropa tersebut. Kekalahan 3-0 dari Liverpool di babak 16 besar menjadi hasil terakhir Roberto Mancini bersama Nerrazzuri yang akhirnya digantikan oleh Jose Mourinho.

Di bawah pelatih asal Portugal tersebut, Inter Milan kembali menegaskan dominasi mereka di Serie A, mengakhiri musim dengan meraih kembali gelar juara Liga Italia dengan berselisih 10 poin diatas Juventus dan AC Milan. Ibrahimovic kembali menjadi tokoh sentral dibalik keberhasilan tim dengan mengoleksi 30 gol. Namun sekali lagi di musim tersebut Inter Milan gagal berkiprah dengan baik di Eropa walaupun telah menghabiskan total € 47 juta.

Di musim 2009/2010 menjadi musim yang tak akan terlupakan oleh Interisti sejati dimana pun di dunia. Moratti mendukung penuh langkah Mourinho dengan memberikan dana hingga € 100 juta di bursa transfer. Meski kepergian Ibrahimovic ke Barcelona menjadi salah satu perhatian khusus di awal musim, namun Mourinho mampu menggantikan peran penyerang asal Swedia tersebut dengan mendatangkan Diego Milito, Wesley Sneijder dan Samuel Eto’o.

Kemenangan 3-1 di San Siro pada ajang semifinal Liga Champions merupakan faktor penting keberhasilan mereka menjadi juara musim tersebut. Datang ke Camp Nou dengan keunggulan dua gol kandang mereka memainkan sepakbola bertahan yang nyaris sempurna. Barca memang menang 1-0 namun mereka gagal melaju ke babak final, kalah secara agregat dengan skor 2-3.

Di ajang lokal, Inter Milan menuju empat pertandingan final Serie A Italia. Dengan kondisi tertinggal dari AS Roma yang memberikan tekanan kuat untuk meraih gelar. Namun kekalahan Giallorossi dari Sampdoria di sisi lain empat kemenangan beruntun yang diraih oleh Inter Milan, mengantarkan Nerrazzuri kembali menjadi juara Serie A berkat gol tunggal Diego Milito di pertandingan terakhir melawan Siena.

Milito sekali lagi menjadi jimat penyelamat Inter Milan dalam partai final Liga Champions yang berhasil mereka menangkan usai mengalahkan Bayern Munchen 2-0 di final. Inter Milan kembali menjadi penguasa di Eropa yang pertama dalam 45 tahun terakhir.

Hebatbet merupakan Agen Sbobet dan Agen Maxbet terpercaya di Indonesia, lakukan pendaftaran secara gratis untuk mendapatkan akunnya dan Raih berbagai bonus menarik dari kami dengan cara mengklik saja tautan berikut ini :

Be the first to comment

Leave a Reply