Ketika AC Milan Menguasai Dunia

Ketika AC Milan Menguasai Dunia
Ketika AC Milan Menguasai Dunia
Ketika AC Milan Menguasai Dunia – Tawaran dari kerjasama televisi yang bernilai Multi Milyaran, jumlah penonton yang membludak di stadion-stadion dan biaya transfer yang selalu tinggi di setiap musimnya menjadikan Premier League Inggris dicap sebagai yang terbaik di dunia untuk saat ini. Tapi ada saat ketika Serie A Italia adalah tempat yang terbaik untuk menonton sepakbola karena mereka kala itu memiliki pemain terbaik dan tim terbaik di Eropa dan dunia. Semuanya terjadi di era 1980-an hingga 2000 namun hanya satu klub yang berdiri diatas klub-klub lainnya terutama pada akhir tahun 1980-an.

Musim 2016/2017, AC Milan finish di peringkat ke enam di Liga Italia Serie A. Mereka mengamankan sebuah tiket menuju ke kejuaraan Eropa untuk yang pertama kalinya sejak 2014.

Ironis ? Aneh ? dan tak masuk akal ? AC Milan, klub raksasa asal Italia yang merupakan juara tujuh kali Liga Champions hanya kalah dari Real Madrid, namun mereka tak lagi mampu bermain bahkan untuk level Europa League sekali pun dalam tiga musim terakhir.

Jangankan di Eropa bahkan di kompetisi domestik sekalipun mereka tenggelam. Kalah mentereng dibandingkan klub-klub rival semacam Napoli dan AS Roma yang bergantian merongrong kehebatan Juventus dalam enam musim terakhir ini.

Sementara AC Milan ? mereka terakhir kali menjadi juara Serie A pada tahun 2011 atau enam tahun yang lalu. Dan terakhir kalinya menaklukkan Eropa justru lebih lama empat tahun lagi pada 2007. Memang kalau dipikir-pikir tidak terlalu ekstrem bandingkan dengan Liverpool di Inggris yang telah puasa gelar 26 tahun. Tetapi efeknya sudah mulai terasa mereka tak lagi mampu untuk sekedar menarik pemain-pemain terbaik di Italia apalagi di Eropa. Mereka telah kalah saing.

Namun dengan kembalinya mereka ke Eropa setidaknya telah memungkinkan mereka untuk kembali memperkuat skuad mereka dengan beberapa pemain ” bintang ” yang sudah masuk di musim panas ini. Andre Silva, Franck Kessie, Ricardo Rodriguez dan Mateo Musacchio telah tiba di San Siro.

Mungkin saja dan mari berharap ini adalah langkah awal, sebuah langkah awal lagi menuju jalan panjang kembali bergabung dengan klub-klub elit di Eropa. Namun semuanya tidak akan tercapai dalam semalaman, semuanya butuh proses yang tidak mudah dan cepat.

Sembari menunggu Milan kembali menjadi tim solid seperti dulu, Mari meluangkan waktu untuk melihat kembali ke masa-masa saat AC Milan begitu ditakuti, kala mereka tak memiliki lawan setaraf dan saat kegemilangan rekor-demi rekor yang telah dilakukan klub ini.

Era Sacchi

Para pecinta sepakbola di era akhir 1980-an tentu mengenal ini. Era Sacchi – The Great Arrigo Sacchi -. Pada musim 1988/1989, AC Milan bertemu dengan Steaua Bucharest di final Piala Champions – yang kini menjadi Liga Champions – Saat itu, Milan di huni oleh pemain-pemain yang kini telah melegenda seperti Maldini, Baresi, Costacurta, Donadoni serta tiga orang Belanda yang begitu terkenal pada masanya, Trio Gullit, Rijkaard dan Marco Van Basten.

Dan sesuai dugaan, AC Milan menghancurkan tim Rumania tersebut dengan skor 4-0 lewat permainan sepihak yang begitu dominan. Dimanajeri oleh Ariggo Sacchi yang justru tidak terkenal pada masa awalnya di Milan pada tahun 1987. Pelatih yang menggunakan metode baru yang sama sekali belum lazim saat itu seperti porsi latihan tanpa bola. Dan formasi yang digunakannya ketika itu adalah …. 4-4-2

Hasilnya ? mereka mengalahkan atau lebih tepatnya menghancurkan Real Madrid di babak semifinal dengan skor agregat 6-1. Termasuk ketika mereka meraih kemenangan mutlak 5-0 di San Siro. Hal ini dianggap oleh banyak orang sebagai perpindahan tongkat estafet kekuasaan dari sebuah klub digdaya ke klub luar biasa lainnya.

AC Milan mencapai babak final lagi setahun kemudian di Piala Champions dan kali ini menghadapi Benfica jagoan dari Portugal. Dan sekali lagi, mirip seperti setahun sebelumnya mereka kembali menjadi kampiun dengan permainan luar biasa.

Hingga akhirnya Real Madrid mengalahkan Juventus di final Liga Champions musim 2016/2017 lalu, pencapaian AC Milan itu adalah yang terakhir yang mampu dilakukan oleh sebuah tim di Eropa.

Capello The Maestro

Ariggo Sacchi akhirnya pergi meninggalkan Milan pada tahun 1991 dan digantikan oleh Fabio Capello yang membawa Milan meraih hat-trick gelar di Serie A, termasuk satu musim tanpa mengalami kekalahan pada tahun 1992.

Tapi pencapaian terbaiknya dengan AC Milan terjadi pada partai final Liga Champions tahun 1994. Banyak kalangan menilai tim Milan edisi 1994 ini hanya memiliki lawan seimbang yaitu AC Milan edisi 1989 di era Sacchi.

Van Basten cedera panjang yang akhirnya memainkan partai terakhirnya untuk klub tersebut di tahun 1993. Sementara Gullit dan Rijkaard telah meninggalkan klub. Trio Belanda yang menjadi trio menakutkan di Eropa tersebut telah hilang digantikan oleh muka-muka baru seperti Marcel Desailly, Zvonimir Boban dan Daniele Massaro.

Di final mereka akan bertemu lawan yang sepadan, lawan berat yang justru lebih difavoritkan, Barcelona. Mereka memasuki partai final Liga Champions dengan rentetan empat kali juara La Liga. The Dream Team di Spanyol dan ditambah Milan yang tanpa bintang-bintang mereka seperti Van Basten dan Baresi maka tak sulit untuk menduga kalau Barcelona akan mengalahkan Milan.

Namun prediksi di atas kertas berbeda dengan kenyataan di lapangan. AC Milan menggebuk Barcelona 4-0 dalam sebuah pertandingan final dengan marjin kemenangan terbesar di final Piala / Liga Champions. Kemenangan ini tetap menjadi masterclass sepakbola sampai hari ini.

Glory Years Long Ago

Antara tahun 1989 hingga 1995, AC Milan mencapai lima dari tujuh final Piala / Liga Champions dengan memenangkan tiga diantaranya. Suatu pencapaian yang luar biasa yang agaknya akan sulit di capai oleh klub-klub lainnya saat ini.

Sebuah prestasi yang luar biasa, dan apabila kita ingin melihat AC Milan kembali seperti masa tersebut maka pertanyaannya adalah butuh berapa banyak dana dan investasi  ? perlu berapa waktu untuk mencapai hal tersebut ?

Sampai saat itu, agaknya kita hanya bisa kembali mengingat masa lalu di era akhir tahun 1980-an dan awal 1990-an saat ada sebuah klub bernama AC Milan yang merupakan terbaik di bandingkan yang terbaik.

Hebatbet merupakan Agen Sbobet dan Agen Maxbet terpercaya di Indonesia, lakukan pendaftaran secara gratis untuk mendapatkan akunnya dan Raih berbagai bonus menarik dari kami dengan cara mengklik saja tautan berikut ini :

Daftar Maxbet

Be the first to comment

Leave a Reply