10 Transfer Kontroversial di Serie A

10 Transfer Kontroversial di Serie A
10 Transfer Kontroversial di Serie A

10 Transfer Kontroversial di Serie A – Kepindahan Gonzalo Higuain di musim lalu dari Napoli ke Juventus telah melukai para pendukung Napoli karena penyerang tersebut justru menyeberang ke kubu rival mereka dalam perebutan gelar juara Serie A Italia. Namun sepanjang sejarahnya, bukan cuma sekali ini saja terjadi transfer-transfer yang kontroversial. Dalam artikel berikut ini kami akan membawa anda pada 10 transfer terbesar dan paling kontroversial di Serie A Italia.

Daftar Sbobet Bola secara Gratis dan Raih Cashback sebesar 10% khusus untuk Permainan Sportsbook

Sepakbola, bukan hanya memberikan kegembiraan dan kesenangan saja namun juga kadang kala memberikan luapan emosi dan berbagai kisah tentang seorang pemain yang menyeberang ke klub saingan atau rival. Dan sayangnya di Serie A, skandal dan kontroversi selalu menyertai perjalanannya.

Inilah Sepuluh besar Transfer kontroversial di Serie A Italia

10. Federico Marchetti – Dari Cagliari ke Lazio ( 2011 )

Mungkin saja transfer pemain satu ini tidak terlalu menarik perhatian media luas. Tetapi transfer Federico Marchetti dari Cagliari ke Lazio sangat panjang dan melelahkan.

Penjaga gawang internasional Italia tersebut adalah kiper pilihan pertama Cagliari sampai akhirnya ia memutuskan untuk mengajukan permintaan transfer yang oleh pihak klub di respons dengan menjatuhkan posisinya ke bangku cadangan. Marchetti dipaksa hanya menonton pertandingan dari bangku cadangan setelah posisinya diambil alih oleh Michael Agazzi.

Marchetti harus menunggu hingga akhir musim agar dapat pindah ke Lazio sebuah pengalaman yang digambarkannya sebagai mimpi buruk sepanjang karirnya.

Lazio sendiri tentu sangat senang dan langsung mengaktifkan klausul pembelian Marchetti dari Cagliari seharga 5 juta Euro. Hingga saat ini Marchetti masih bermain di Lazio dan telah membuat penampilan sebanyak 150 penampilan bersama Biancocelesti. Penjaga gawang yang telah berusia 33 tahun ini tinggal berharap suatu hari akan menggantikan Gianluigi Buffon sebagai penjaga gawang nomor 1 di tim nasional Italia.

9. Hernanes – Dari Lazio ke Inter Milan ( 2014 )

Sudah sangat umum kalau barisan penggemar dan suporter fanatik Lazio berkonflik dengan pemilik tim Claudio Lotito dan hal itu telah berlangsung selama bertahun-tahun. Namun keputusan pihak manajemen untuk menjual gelandang Brazil, Hernanes menyulut kemarahan lebih besar dari para suporter. Mantan pemain terbaik akademi Sao Paulo tersebut telah bermain sangat mengesankan di Lazio dan menunjukkan kesetiaannya kepada klub dengan menolak beberapa peluang untuk meninggalkan klub tersebut di bursa transfer.

Namun keputusan manajemen tak kuasa di hindari oleh Hernanes, ketika tiba saatnya untuk pergi, Hernanes terlihat sangat emosional di depan fans Lazio. Sebuah video yang beredar dengan cepat memicu kemarahan luar biasa para fans terhadap Lotito.

Namun cerita dan dramanya masih belum berakhir, berbulan-bulan setelah kepindahannya ke Inter ia ternyata tak mampu bermain seperti yang diharapkan. Sebuah skema bahkan terbentuk di kalangan penggemar Lazio yang menuduhnya serakah karena di duga ia termotivasi oleh bayaran yang lebih tinggi yang ia dapatkan dari Lazio. Akhir musim ia di jual Inter Milan ke Juventus.

8. Andrea Masiello : Dari Bari ke Atalanta ( 2011 )

Seorang pemain belakang yang berpengalaman di Italia dan merupakan anggota skuad dari Atalanta, namun dilihat dari kasus yang terjadi, layakkah pemain ini masih bermain sepakbola ?

Mantan pemain Genoa dan Juventus ini menghabiskan sebagian besar karirnya di Bari. Awalnya tak ada yang salah dengan hal tersebut hingga akhirnya suatu kejadian kontroversial terjadi. Pada tahun 2011 ia terlibat dalam kejadian memalukan yakni dengan sengaja mencetak gol bunuh diri dalam pertandingan penting melawan rival utama, Lecce.

Masiello kemudian mengakui secara terus terang bahwa ia menerima sejumlah uang bernilai € 50.000 atas tindakannya tersebut. Namun pengakuan ini dilakukannya segera setelah Atalanta menyelesaikan proses kepindahannya dari Bari.

Masiello dijatuhi hukuman dan dilarang untuk kembali bermain secara profesional namun ia kembali dapat bermain dengan Bergamo pada bulan Januari 2015 lalu. Keputusan untuk memberikannya kesempatan bermain oleh FIGC telah mendapatkan kritikan yang luas diantara para penggemar sepakbola.

7. Neto : Dari Fiorentina ke Juventus ( 2015 )

Fiorentina dan Juventus telah lama sekali dikenal memiliki hubungan rivalitas yang panas. Bukan saja dalam skala kota namun juga telah merambah ke tingkat sepakbola. Jadi sangat aneh dan jarang sekali terjadi perpindahan langsung dari dua tim ini sepanjang sejarahnya.

Salah satu pemain yang telah melakukannya adalah kiper Fiorentina asal Brazil, Neto. Penjaga gawang tersebut merupakan kiper pilihan pertama di tim La Viola, namun berakhir dengan memutuskan untuk menghentikan kontraknya dan berlabuh ke Juventus, tim yang notabene merupakan rival dan terlarang bagi para fans Fiorentina.

Langkah tersebut bisa dikatakan sangat fatal bagi Neto mengingat di Juventus hingga saat ini memiliki seorang penjaga gawang legendaris klub maupun Italia Gianluigi Buffon. Dan di usianya yang tak lagi muda, Buffon masih terus menunjukkan permainan yang cemerlang. Namun kabar terbaru yang mengatakan Buffon akan pensiun tahun depan bisa jadi merupakan kabar baik bagi Neto.

6. Al-Saadi Gaddafi – Dari Perugia ke Udinese ( 2005 )

Putra dari almarhum diktator Libya Muammar Gaddafi ini menghabiskan total empat musim sebagai pesepakbola profesional di Italia. Ia sempat membela tiga klub yaitu Perugia, Udinese dan Sampdoria. Perpindahan dari sebuah tim ke tim lainnya dalam sepakbola mungkin saja lumrah terjadi. Namun ada yang unik dari kisah Al-Saadi Gaddafi ini.

Al-Saadi Gaddafi dikenal sebagai seorang pria yang sangat mencintai sepakbola seumur hidupnya namun ia tidak memiliki kemampuan memadai untuk ukuran profesional. Jadi sangat membingungkan bagaimana pemain yang berposisi sebagai striker ini dapat bergabung dengan salah satu kontestan dan pesaing kuat menuju Liga Champions musim tersebut.

Mungkin cerita ini menjadi contoh yang pas bagaimana sebuah permainan modern sepakbola saat ini yang bisa di dominasi oleh campur tangan politik. Namun apapun itu Gaddafi sempat menjadi populer di semenanjung Italia dan dunia kala itu.

5. Goran Pandev –  Dari Lazio ke Inter Milan ( 2009 )

Merupakan pahlawan dan juara sejati untuk orang-orang di negara asalnya, Makedonia namun mencapai titik terendah dalam akhir karirnya di Lazio.

Awalnya bermula ketika Inter Milan yang memiliki pemain ini menawarkan kepada Lazio dengan imbalan Dejan Stankovic pindah ke Nerazzuri. Kesepakatan yang terjadi tersebut mungkin tidak akan disadari oleh Lazio kalau mereka telah menemukan sebuah pemain hebat disana.

Pandev akhirnya menghabiskan 150 penampilan dan mencetak lebih dari 50 gol bersama Biancocelesti. Saat itu Pandev berpikiran telah tiba saatnya untuk maju dan bermain di klub yang lebih menjanjikan gelar kepadanya. Namun presiden klub Lazio, Claudio Lotito berpikir sebaliknya. Ia tidak mengizinkan pemain Makedonia tersebut untuk pergi dan perselisihan pun terjadi.

Pandev yang ngotot untuk pergi akhirnya dibekukan dari skuad selama semusim penuh dan ketika kontraknya habis ia bergabung dengan mantan klubnya, Inter Milan dan Lotito hanya bisa melihat kepergian salah satu pemain kesayangannya tersebut pergi tanpa mendapatkan biaya transfer.

4. Lionello Manfredonia – Dari Juventus ke AS Roma ( 1987 )

Seorang bintang namun kelihaiannya bermain bola diimbangi pula dengan ego dan kejadian-kejadian kontroversial sepanjang karirnya. Manfredonia adalah seorang produk dari Lazio memiliki karakter yang sulit untuk ditangani dan kerap bertikai dengan pelatih dan rekan-rekan setimnya sendiri.

Setelah meninggalkan Lazio untuk bergabung dengan Juventus, ia mengakhiri karirnya yang sukses dengan niat untuk bergabung dengan AS Roma. Seolah tanpa sungkan untuk melakukan hal tabu ketika seorang mantan pemain Lazio bergabung dengan rival utamanya di Serie A, Roma.

Tanggapan dan reaksi segera bermunculan bahkan penggemar Roma sendiri pun melakukan protes keras atas transfer tersebut. Dia menghabiskan dua tahun dengan Giallorossi sebelum akhirnya tragedi terjadi saat ia mengalami serangan jantung dalam sebuah pertandingan kompetitif dan dipaksa untuk pensiun dari sepakbola.

3. Adrian Mutu – Dari Chelsea ke Juventus ( 2005 )

Mantan pemain depan Parma tersebut telah menimbulkan banyak sekali pengagumnya ketika bermain di Serie A. Namun ketika ia memutuskan untuk pindah dan bergabung dengan Chelsea masalah mulai timbul. Masalah yang ada bukanlah karena kepindahannya tersebut namun apa yang dilakukannya ketika bersama Chelsea yang membuat geleng-geleng kepala.

Kegemparan terjadi ketika Mutu kedapatan telah menggunakan Kokain selama di Chelsea, The Blues yang mengetahui hal tersebut langsung memecat dan memutus kontraknya. Juventus segera masuk dan mendapatkan pemain ini tiga bulan kemudian.

Di sinilah masalah itu timbul, Chelsea mengajukan tuntutan kompensasi kepada Mutu. Masalah panjang antar keduanya yang tak kunjung usai turut mempengaruhi performanya di atas lapangan yang kala itu turun dalam 33 penampilan dan hanya mencetak tujuh gol.

2. Gonzalo Higuain – Dari Napoli ke Juventus ( 2016 )

Dilabeli sebagai ” Yudas ” oleh para penggemar Napoli. Transfer Gonzalo Higuain dari Napoli ke Juventus telah mengguncang sepakbola Italia di tahun 2016 lalu. Pemain Argentina mencatatkan penampilan terbaiknya bersama Napoli selama tiga musim dengan mencetak hampir 100 gol termasuk rekor 36 gol dalam 35 penampilan di musim 2015-2016.

Kini, mantan penyerang Real Madrid tersebut menargetkan gelar yang lebih tinggi lagi yaitu menjadi juara Liga Champions bersama Bianconeri. Namun kepindahannya yang berbiaya besar 90 juta Euro tampaknya tak mampu menutup kemarahan para fans Napoli yang telah terlanjur melihatnya sebagai titisan baru dari Diego Maradona.

1.Roberto Baggio – Dari Fiorentina ke Juventus ( 1990 )

Rasanya sepanjang sejarah belum ada sebuah transfer pemain sepakbola yang menimbulkan kerusuhan seperti yang dilakukan oleh pemain ini. Sepakbola Italia terguncang setelah keputusan Roberto Baggio bintang Fiorentina yang bergabung dengan Juventus di tahun 1990.

Legenda Italia tersebut telah mendapatkan pujian dan bahkan sangat di puja oleh para fans Fiorentina dalam masa-masa awal karirnya. Tapi Cinta segera berubah menjadi kebencian saat itu melakukan salah satu hal paling tabu untuk dilakukan oleh pemain Fiorentina.

Transfernya ke Juventus mungkin saja memang melampaui 10 Juta Euro yang menjadi rekor dunia saat itu namun hal itu tak dapat menutup kekecewaan dan kemarahan para fans Fiorentina yang turun kejalan-jalan melakukan demonstrasi yang berkembang menjadi sebuah kerusuhan.

Kemarahan para penggemar semakin besar ketika kedua tim bertemu. Baggio yang ketika itu ingin meredakan suasana dengan memungut scarf Fiorentina dan mengatakan dirinya sebagai fans sejati bahkan seolah menambahkan minyak kedalam api.

Namun apapun itu, langkah tersebut merupakan hal penting dalam karirnya sebagai pesepakbola hingga mendapatkan status legendaris.

Hebatbet merupakan Agen Sbobet dan Agen Maxbet terpercaya di Indonesia, lakukan pendaftaran secara gratis untuk mendapatkan akunnya dan Raih berbagai bonus menarik dari kami dengan cara mengklik saja tautan berikut ini :

 

Be the first to comment

Leave a Reply